Nagari adalah satu kesatuan masyarakat Hukum Adat yang merupakan himpunan dari beberapa buah suku dan koto yang mempunyai wilayah sendiri dan harta kekayaan Nagari, yang telah diwarisi sejak dahulu kala secara turun temurun semenjak nagari itu berdiri (diparibu), yang bersifat otonom dan independen dibidang adat, sako jo pusako serta tetap diakui dan berdaya guna hingga kini dan masa yang akan datang.
"Ba dusun mako ba taratak
Ba koto Mako ba nagari
Tasusun makonyo rancak
Sakato mako manjadi"
Nagari Guguak dahulunya satu pucuk pimpinan dengan Nagari Padang Laweh yang disebut dengan angku palo yang sama Wali Nagari saat ini, dengan perkembangan penduduk yang sangat maka sebagian penduduk berjalan mudik batang kuantan yaitu paduan batang sinamar dan batang ombilin dan terus menyebrangi batang ombilin dan membuat pemukiman di taratak polak loweh, dan disitulah disusun jabatan Ninik Mamak seperti Datuak Nan Duo Selo yaitu Dt.Rajo Mudo sebagai Pucuak Adat dan Dt.Sombo Tuah sebagai pucuk syarak kemudian urang tuo ulayat Inyiak Dt.Paduko tuan dan Datuak Nan Barampek yaitu Dt.Perpatih Nan Sabatang penghulu suku caniago, Dt.Pangulu Sati penghulu Suku tobo, Dt.Malakewi Payung Suku Rang Tigo Suku, Dt.Mantiko Salo Penghulu Suku Petopang, Dt.Bandaro penghulu suku Kampai Tolang dan Dt.Panghulu Kayo Penghulu Suku Kampai Tangah, Dt.Paduko Sarindo penghulu suku melayu dan Dt. Gindo Sutan Penghulu Suku Piliang, Dt.Majo Indo Penghulu Suku Melayu.
Setelah disusun jabatan Ninik Mamak dan diadakan musyawarah mufakat untuk mendirikan Nagari yang bertempat di pamuntar dengan arti disitulah dipuntar paretongan, sampai saat ini lokasi tersebut bernama pamuntar dan setelah itu dilihatlah dimana tempat yang baik untuk membuat koto, setelah dapat dan tempatnya bertepatan di ketinggian maka diberi nama Guguak.
2025 Nagari Guguak.
Powered by KKN Guguak Unand 2025.